Analisis Efektivitas Biaya Penggunaan Antibiotik Pada pasien Infeksi Salurah Kemih di Rawat Inap RS Swasta Kota Kediri

  • Yuneka Saristiana
  • Tridoso Sapto A

Abstract

Infeksi Saluran Kemih (ISK) adalah infeksi umum yang sering terjadi. Di Indonesia, jumlah penderita penyakit infeksi saluran kemih mencapai 90-100 kasus per 100.000 penduduk per tahun. Di Rumah Sakit Swasta Kota Kediri 304 pasien pada tahun 2019. Penggunaan antibiotik adalah pilihan utama dalam pengobatan infeksi saluran kemih. Seftazidim seharusnya lebih baik dibandingkan seftriakson karena dapat menghambat lebih banyak bakteri dalam aktivitasnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi penggunaan antibiotik mana yang paling cost effective pada pasien infeksi saluran kemih di Rumah Sakit Swasta Kota Kediri. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif dari data rekam medis pasien pada tahun 2018. Metode farmakoekonomi yang digunakan adalah Analisis Efektivitas Biaya (AEB). Hasil uji statistik outcome menunjukan nilai 0,524 dan statistik total biaya 0,423 yang menunjukan P > 0,05. REB seftazidim adalah sebesar Rp. 516.345, sedangkan seftriakson nilai REB nya adalah Rp. 374.917. Berdasarkan hasil analisis statistik, seftazidim dan seftriakson tidak memiliki perbedaan baik dalam segi efektivitas maupun biaya pengobatan.

Published
2020-10-13
How to Cite
SARISTIANA, Yuneka; SAPTO A, Tridoso. Analisis Efektivitas Biaya Penggunaan Antibiotik Pada pasien Infeksi Salurah Kemih di Rawat Inap RS Swasta Kota Kediri. Java Health Jounal, [S.l.], v. 7, n. 1, oct. 2020. ISSN 2622-9390. Available at: <http://jhj.fik-unik.ac.id/index.php/JHJ/article/view/367>. Date accessed: 16 june 2021. doi: https://doi.org/10.1210/jhj.v7i1.367.