Evaluasi Penggunaan Antibiotik Pasca Sectio Caesarea Di Rumah Sakit di Kota Kediri

  • Laily Vitria
  • Sri inti

Abstract

Operasi sesar atau sering disebut seksio sesarea itu adalah melahirkan janin melalui sayatan dinding perut (abdomen) dan dinding rahim (uterus). Penelitian ini dilakukan di instalasi rawat inap Rumah Sakit Bersalin Kediri dengan metode deskriptif dan retrospektif. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang pola peresepan dan kerasionalan penggunaan antibiotik pada pasien bedah sesar dan mengevaluasi ketepatan penggunaan obat antibiotik yang diberikan kepada pasien bedah sesar di Rumah Sakit di Kota Kediri. Dari 110 pasien yang diteliti bahwa 100% pasien bedah sesar menggunakan antibiotik golongan sefalosporin: seftriakson (72,7%), sefotaksim (18,8%), seftizoksim (9,09%). Lama hari rawat 3-4 hari (90%). Antibiotik diberikan secara intravena (100%), ditemukan ketepatan dosis penggunaan obat antibiotik untuk pasien bedah sesar dan tidak ada interaksi antara obat antibiotik dengan obat penyertanya. Efek samping yang paling banyak ditemukan adalah mual dan muntah (29%). Penggunaan antibiotik 98% pasien terbukti efektif tidak terjadi tanda infeksi paska bedah sesar.

Published
2020-04-02
How to Cite
VITRIA, Laily; INTI, Sri. Evaluasi Penggunaan Antibiotik Pasca Sectio Caesarea Di Rumah Sakit di Kota Kediri. Java Health Jounal, [S.l.], v. 7, n. 1, apr. 2020. ISSN 2622-9390. Available at: <http://jhj.fik-unik.ac.id/index.php/JHJ/article/view/368>. Date accessed: 16 june 2021. doi: https://doi.org/10.1210/jhj.v7i1.368.