Analisis Efektivitas Biaya Antihipertensi Oral Candesartan Dan Amlodipin Pada Pasien Hipertensi Rawat Inap Rs X Kediri

  • Anggi Restyana
  • Neni Probosiwi

Abstract

Hipertensi adalah gangguan kesehatan yang angka prevalensi yang tinggi dan merupakan penyebab kematian nomor 3 suatu kondisi medis yang kronis dimana tekanan darah meningkat di atas tekanan darah normal,  merupakan salah satu faktor utama resiko kematian karena gangguan kardiovaskuler yang mengakibatkan 20-50% dari seluruh kematian. Pembiayaan kesehatan di Indonesia semakin meningkat, maka perlu dilakukan analisis efektivitas biaya agar dapat membantu dalam pengambilan keputusan pemilihan obat yang efektif secara manfaat dan biaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui antihipertensi yang paling cost-effective di RS X Kediri Tahun 2018.


Penelitian dilakukan secara retrospektif pada pasien Hipertensi dengan jenis pembiayaan BPJS rawat inap kelas III periode Januari-Desember 2018. Penelitian ini menggunakan metode farmakoekonomi CEA/Analisis Efektivitas Biaya. Data yang diambil meliputi: data demografi, lama rawat inap dan biaya total terapi berdasarkan biaya medik langsung.


Hasil penelitian menunjukkan persentase efektivitas terapi dari penggunaan amlodipin sebesar 63,64% dan candesartan sebesar 56,25%. Rata-rata total biaya penggunaan antihipertensi amlodipin sebesar Rp1.623.542,64 dan candesartan sebesar Rp1.559.150,34. Kelompok terapi amlodipin lebih cost-effective dengan nilai ACER sebesar Rp25.511,35 dibandingkan dengan kelompok terapi candesartan sebesar Rp27.718,22 pada pasien hipertensi rawat inap di RS X Kediri Tahun 2018.

Published
2020-04-02
How to Cite
RESTYANA, Anggi; PROBOSIWI, Neni. Analisis Efektivitas Biaya Antihipertensi Oral Candesartan Dan Amlodipin Pada Pasien Hipertensi Rawat Inap Rs X Kediri. Java Health Jounal, [S.l.], v. 7, n. 1, apr. 2020. ISSN 2622-9390. Available at: <http://jhj.fik-unik.ac.id/index.php/JHJ/article/view/371>. Date accessed: 16 june 2021. doi: https://doi.org/10.1210/jhj.v7i1.371.