EVALUASI PROMOSI PENGGUNAAN KONDOM WANITA UNTUK MENCEGAH INFEKSI MENULAR SEKSUAL PADA WANITA PEKERJA SEKS (WPS) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BALOWERI KOTA KEDIRI

  • Dewi N.A
  • Nara Lintan MP
  • Marni Yakoba Seubelan
  • Tri Oktaviani N.E.A
  • Hidayatul Ulum Nafiah

Abstract

Abstrak


Latar Belakang : Infeksi Menular Seksual (IMS) merupakan infeksi yang sebagian besar ditularkan lewat hubungan seksual. IMS akan lebih berisiko apabila melakukan hubungan seksual dengan sering berganti pasangan baik melalui vaginal, oral, maupun rektal karena kuman akan masuk dan berkembang biak ke dalam saluran reproduksi. Untuk mencegah terjadinya penyakit IMS dapat dilakukan berbagai upaya pencegahan diantaranya dengan promosi kesehatan tentang penggunaan kondom. Bulan Oktober 2013 didapatkan total pengunjung yang menderita IMS sebanyak 121 kasus dan 75% adalah WPS. Data survey dari 5 WPS, 40% memiliki pengetahuan kurang dan sikap negatif dengan promosi pencegahan IMS, 40% perilaku yang kurang. Setiap bulan WPS diberikan berbagai promosi tentang pencegahan IMS dengan penggunaan kondom, namun kejadian tetap tinggi. Berdasarkan fenomena tersebut peneliti ingin mengevaluasi promosi kesehatan yang dilakukan khususnya pada penggunaan kondom wanita. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengindentifikasi promosi penggunaan kondom wanita untuk mencegah IMS pada WPS. Penelitian ini menggunakan teknik rancangan penelitian deskriptif, yang dilakukan di lapangan, waktu pengumpulan data termasuk pada cross sectional dengan cara survey, yang terbatas pada expost facto dengan sumber dari data primer. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling. Populasi dalam penelitian ini sejumlah 96 orang dengan sample sebanyak 49 responden. Hasil penelitian ini tempat yang paling diminati oleh responden di dalam gedung. Waktu yang paling diminati sebelum bekerja dan saat melakukan pemeriksaan IM. Promotor yang paling diminati adalah petugas LSM. Materi yang diberikan sebagian besar responden menyatakan sangat menarik dan sangat lengkap. Media yang diminati oleh responden adalah leaflet/ flyer. Metode yang diminati oleh responden sebagian besar memilih promosi secara kelompok. Sasaran yang disarankan untuk ikut diberikan promosi pencegahan IMS adalah semua kalangan. Data evaluasi secara output yang diperoleh peneliti berdasarkan data diatas menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan sebagian besar responden memiliki pengetahuan cukup yaitu 67%. Tingkat sikap sebagian responden menunjukkan sikap yang cukup sebanyak 61%. Perilaku responden sebagian besar menunjukan perilaku penggunaan kondom untuk mencegah IMS cukup. Hanya sebagian kecil yang menunjukkan tingkat baik yaitu sebanyak 24%. Kesimpulan bahwa promosi penggunaan kondom wanita dalam pencegahan IMS belum cukup efektif karena tingkat pengetahuan, sikap dan perilakuhanya sebatas cukup. Sebaiknya para stakeholder senantiasa mengembangkan promosi yang dilakukan di masa depan agar lebih menarik. Terutama untuk kalangan yang berisiko tinggi.

Published
2020-11-10
How to Cite
N.A, Dewi et al. EVALUASI PROMOSI PENGGUNAAN KONDOM WANITA UNTUK MENCEGAH INFEKSI MENULAR SEKSUAL PADA WANITA PEKERJA SEKS (WPS) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BALOWERI KOTA KEDIRI. Java Health Jounal, [S.l.], v. 7, n. 2, nov. 2020. ISSN 2622-9390. Available at: <http://jhj.fik-unik.ac.id/index.php/JHJ/article/view/387>. Date accessed: 02 aug. 2021. doi: https://doi.org/10.1210/jhj.v7i2.387.